Sandal upanat adalah alas kaki yang harus digunakan oleh setiap orang yang akan mendaki bangunan Candi Borobudur. Tak seperti alas kaki lainnya, sandal itu dibuat dari daun pandan sehingga aman untuk bebatuan candi. Nama "Upanat" diambil dari relief Karmawibhangga panel 150 di Candi Borobudur yang menggambarkan alas kaki. Hal ini menunjukkan bahwa ide alas kaki pelindung ini terinspirasi dari sejarah dan budaya candi itu sendiri. Sandal ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga kelestarian Candi Borobudur. 

Di Kelurahan Mendut terdapat pengrajin yang memproduksi sandal upanat. Dalam pembuatannya, sandal Upanat menggunakan bahan-bahan sederhana yang disediakan oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BumDesma).
Tali dan permukaan atas sandal terbuat dari anyaman daun pandan, sedangkan penjepit bagian depan berasal dari batok kelapa.

Bagian alas bawah menggunakan busa agar sandal terasa lebih nyaman saat dipakai
Proses pembuatan sandal meliputi beberapa tahap, mulai dari pemotongan anyaman pandan dan busa, menyatukan potongan lem, menjahit, hingga pemeriksaan kualitas agar sandal kuat dan tahan lama. Desain sandal Upanat telah disesuaikan dan dipatenkan oleh pihak Taman Wisata Candi Borobudur sehingga tidak boleh diperjualbelikan secara umum.
Dalam sehari, perajin di Mendut mampu memproduksi sekitar 70 pasang sandal Upanat.
Jumlah produksi ini mengikuti kebijakan terbaru dari Taman Wisata Candi Borobudur yang mulai Juli 2025 menaikkan kuota pengunjung dari 1.200 menjadi 3.000 orang per hari. 